Selasa, 26 Februari 2013

perahu kertas


Tak satu pun di antara kita bisa mengatur apa yang akan terjadi nanti, hari ini, atau besok. Termasuk pertemuan kecil antara Kugy dan Keenan. Dua manusia beda karakter itu tak menyadari, banyak hal-hal ajaib menanti setelah pertemuan tersebut.

Diceritakan, Kugy adalah gadis mungil yang hobi berkhayal. Dia sangat suka menuliskan dongeng ciptaannya yang bagi orang lain merupakan hobi tak lazim. Belum lagi kegemarannya menulis surat kepada Dewa Neptunus. Surat tersebut dilipat menjadi perahu kertas dan dihanyutkan di sungai atau laut. Kugy menganggap dirinya seorang agen Neptunus.

Sedangkan Keenan digambarkan sebagai sosok yang cerdas. Kesukaannya di bidang melukis tidak mendapat restu dari ayahnya. Dia justru diarahkan ke bidang bisnis untuk meneruskan perusahaan ayahnya. Berdua, Kugy dan Keenan menjalin persahabatan. Mereka berbagi mimpi dan saling mendukung. Acara nonton bareng atau makan sepulang kuliah jadi rutinitas wajib bersama dua sahabat mereka, Noni dan Eko. Perasaan berbeda mulai muncul di antara Keenan dan Kugy. Namun, mereka berdua memilih menyimpan perasaan tersebut. Apalagi, saat itu Kugy sudah punya pacar.

Konflik mulai muncul di sini. Karena kesalahpahaman, persahabatan Noni dengan Kugy nyaris dikorbankan. Selain itu, ada saja hal-hal yang menghalangi perasaan Keenan dan Kugy. Keduanya harus terpisah beberapa waktu.

Ikuti Jejak si Agen Neptunus Meraih Kebahagiaan
Yakin dengan Kata Hati

Karena hanya bersama kamu, segalanya terasa dekat, segala sesuatunya ada, segala sesuatunya benar. Dan Bumi hanyalah sebutir debu di bawah telapak kaki kita.

Bait tersebut adalah potongan puisi Kugy untuk Keenan di salah satu bagian Perahu Kertas. Rasanya, memang tidak ada yang salah dengan usaha menggapai mimpi. Para bookaholic sepakat bahwa hidup berasal dari mimpi.

Wildan Bagus Aditya, Merlin Dwi Yunaniar, Anisah Fathinah, Gadhis Richi Andita, dan Yanuar Satria Putra kagum dengan jalan yang berani diambil Kugy serta Keenan untuk mempertahankan impian mereka.

Cerita yang dimulai dengan pertemuan Kugy dan Keenan tersebut membuat para bookaholic ikut tersenyum dalam diskusi sore itu. “Salut sama Kugy. Sebagai cewek, dia sama sekali nggak jaim. Bener-bener tipikal cewek yang unik. Berantakan, tapi cantik,” ujar Adit, sapaan akrab Aditya, membuka percakapan.

Ucapan Adit tersebut langsung mendapat respons dari Merlin Dwi Yunaniar atau yang akrab disapa Merlin. “Menurut aku, Kugy sama Keenan sama-sama unik. Bayangin aja, kok bisa gitu ya. Keenan klop sama Kugy yang ngaku-ngaku bahwa dia adalah agen Neptunus. Hehehe,” ujar Merlin sembari membayangkan wujud tokoh Keenan dalam dunia nyata.

Jalan cerita novel ini, menurut Gadis (panggilan Richi Gadis Andita) selalu menarik. Setelah membaca, rasanya enggan untuk meletakkan Perahu Kertas. Pengin langsung dibaca sampai habis. “Komplet soalnya. Kami bisa tertawa ngikutin kekocakan si Kugy. Kami bisa ikut terharu waktu Kugy dan Keenan harus merelakan impian mereka. Rasanya pasti sedih banget, tuh,” kata Gadis.

Anisah mengungkapkan, perasaan sebel juga ikut muncul gara-gara ulah Wanda yang sengaja membohongi Keenan demi bisa bersama Keenan. Wanda terkesan menghalalkan segala cara. “Aduh, jangan sampai jadi orang kayak Wanda,” tukas Anisah sebal. Teman-teman yang lain juga setuju dengan Anisah. “Tapi, kadang-kadang kan, kalau sudah masalah perasaan, logika bisa terabaikan,” ujar Anisah.

Ada banyak pelajaran yang bisa diambil bookaholic dari Perahu Kertas. Semangat, perjuangan, dan kerja keras adalah hal yang tak terlewatkan. Lembar demi lembar novel ini membuat bookaholic terhanyut dengan kisah cinta Kugy dan Keenan.

“Sayang, ending-nya kok kurang nendang ya? Gampang ketebak gimana akhir ceritanya,” ujar Yanuar. “Aku kira, bakal ada sesuatu yang beda atau kejutan,” lanjutnya.

Adit sepakat dengan Yanuar. Menurut dia, dia sudah bisa menebak kisah Kugy dan Keenan bakal berakhir happy ending. “Nggak apa-apa happy ending, tapi jalan yang mereka lalui kan nggak gampang. Prosesnya itu lho yang bisa mengocok emosi kita,” ucap Adit.

Merlin, Gadis, dan Anisah mengangguk penuh semangat. “Itu namanya jodoh nggak lari kemana. Kayak salah satu quote-nya, jalan kita berputar, tapi suatu hari kita jadi diri sendiri. Tergapai deh semua cita-cita mereka,” papar Merlin.

Setelah membaca Perahu Kertas, bookaholic jadi terinspirasi. Mereka bertekad kuat meraih impian masing-masing. “Intinya, nggak boleh menyerah,” seru mereka.


Sekian dulu postingan saya sore ini tentang 
Resensi Novel Perahu Kertas Walaupun sedikit semoga Bermanfaat dan Bisa membantu kalian semua.
Aamiin
Sekian - salam dan semangat :)

angkatan 45


Angkatan Balai Pustaka

http://bits.wikimedia.org/static-1.21wmf9/skins/common/images/magnify-clip.png
Abdul Muis sastrawan Indonesia Angkatan Balai Pustaka
Angkatan Balai Pustaka merupakan karya sastra di Indonesia yang terbit sejak tahun 1920, yang dikeluarkan oleh penerbit Balai PustakaProsa (roman, novel, cerita pendek dan drama) dan puisi mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam dan hikayat dalam khazanah sastra di Indonesia pada masa ini.
Balai Pustaka didirikan pada masa itu untuk mencegah pengaruh buruk dari bacaan cabul dan liar yang dihasilkan oleh sastra Melayu Rendah yang banyak menyoroti kehidupan pernyaian (cabul) dan dianggap memiliki misi politis (liar). Balai Pustaka menerbitkan karya dalam tiga bahasa yaitu bahasa Melayu-Tinggi, bahasa Jawa dan bahasa Sunda; dan dalam jumlah terbatas dalam bahasa Balibahasa Batak, dan bahasa Madura.
Nur Sutan Iskandar dapat disebut sebagai "Raja Angkatan Balai Pustaka" oleh sebab banyak karya tulisnya pada masa tersebut. Apabila dilihat daerah asal kelahiran para pengarang, dapatlah dikatakan bahwa novel-novel Indonesia yang terbit pada angkatan ini adalah "novel Sumatera", dengan Minangkabausebagai titik pusatnya.[2]
Pada masa ini, novel Siti Nurbaya dan Salah Asuhan menjadi karya yang cukup penting. Keduanya menampilkan kritik tajam terhadap adat-istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. Dalam perkembangannya, tema-teman inilah yang banyak diikuti oleh penulis-penulis lainnya pada masa itu.
Penulis dan Karya Sastra Angkatan Balai Pustaka:
·         Merari Siregar
·         Azab dan Sengsara (1920)
·         Binasa kerna Gadis Priangan (1931)
·         Cinta dan Hawa Nafsu
·        Marah Roesli
·         Siti Nurbaya (1922)
·         La Hami (1924)
·         Anak dan Kemenakan (1956)
·         Muhammad Yamin
·         Tanah Air (1922)
·         Indonesia, Tumpah Darahku (1928)
·         Kalau Dewi Tara Sudah Berkata
·         Ken Arok dan Ken Dedes (1934)
·         Nur Sutan Iskandar
·         Apa Dayaku karena Aku Seorang Perempuan (1923)
·         Cinta yang Membawa Maut (1926)
·         Salah Pilih (1928)
·         Karena Mentua (1932)
·         Tuba Dibalas dengan Susu (1933)
·         Hulubalang Raja (1934)
·         Katak Hendak Menjadi Lembu (1935)
·         Tulis Sutan Sati
·         Tak Disangka (1923)
·         Sengsara Membawa Nikmat (1928)
·         Tak Membalas Guna (1932)
·         Memutuskan Pertalian (1932)
·         Djamaluddin Adinegoro
·         Darah Muda (1927)
·         Asmara Jaya (1928)
·         Abas Sutan Pamuntjak Nan Sati
·         Pertemuan (1927)
·         Abdul Muis
·         Salah Asuhan (1928)
·         Pertemuan Djodoh (1933)
·         Aman Datuk Madjoindo
·         Menebus Dosa (1932)
·         Si Cebol Rindukan Bulan (1934)
·         Sampaikan Salamku Kepadanya (1935)

Kamis, 14 Februari 2013

Cerpen


Pernah jatuh cinta sama orang yang tempat ibadahnya beda sama elo? Atau jatuh cinta sama orang yang manggil Tuhan dengan sebutan yang beda sama elo? Terus elo nya galau. Gatau harus dibawa kemana hubungan ini selanjutnya? GUE  JUGA  GITU :)
” Diluar sana, banyak pasangan beda agama coba buktiin ke banyak orang, bahwa mereka tak salah walau berbeda . Kalo dipikir lagi, iya juga sih . emang apa yang salah kalo cinta sama orang yang beda agama ? Salah gue ? Salah lo ? Atau lo mau nyalahin cintanya ? Hahaha, sini gue kasih tau .
Lo percaya kan kalo ”GOD  is DIRECTOR”?
Gue percaya ! Pake banget !! Mau gimanapun l agama lo masing-masing yang isinya menjelaskan kalo pasangan beda agama itu haram, well , gue emang gak mau ikut campur masalah itu. Tapi coba deh lo pikir. Gue, dan mungkin sebagian dari lo yang baca tulisan ini adalah tipe orang yg percaya kalau apapun yang terjadi dalam hidup kita, bukan cuma sebuah KEBETULAN .
Terus setelah baca statement gue barusan, lo bakal ngejeplak ”enak aja kalo ngomong ! kalo uda terlanjur cinta gimana ? Kita kan beda !!” hehehe well, gue juga bukan tipe orang yang percaya kalau cinta bisa menyatukan perbedaan. Apalagi kalau beda agama. Kaya terang yang gabisa nyatu sama gelap. Mau gak mau, elo bakal dituntut buat jadi orang egois. Yang selalu pengen supaya pasangan lo seagama sama elo kan ? Awalnya, mungkin gue atau lo yang ngejalanin hubungan beda agama gak pernah punya pikiran buat bikin hubungan ini jadi serius. Perbedaan yang ada, dijalanin aja. Tapi lama kelamaan, sebulan, duabulan, setahun lo yang udah lama ngejalanin hubungan beda agama bakal punya perasaan takut kehilangan. Kalo udah gini, apa sempet pada awal hubungan, lo kepikiran buat nge-udahin aja hubungan yang kayak gitu? Gak ada solusinya, tanpa kepastian. Semacam elo ngelakuin sesuatu hal yang jelas gak ada ujungnya. SIA-SIA. Padahal dari awal, lo jelas udah tau kalo gak perlu deh ngelakuin effort yang berlebihan buat mempertahankan hubungan model kayak gini. Syukur kalo ada yang mau ngalah, kalo engga? Nyesek kan kalo akhirnya pisah juga?
Buat lo yang ada disana, yang baru mau ngejalanin hubungan beda agama, atau yang udah terlanjur pacaran beda agama, silahkan jalanin hubungan ini sesuka lo. Dibuat serius tapi santai. Jangan terlalu mengintervensi kepercayaan atau agama pasangan kita.. Tapi kalo akhirnya harus bubaran, seenggaknya lo punya kenangan, punya cerita, punya hikmah yang bisa lo bagi nantinya sama anak-cucu lo, supaya gak ngulangin sakit hati lo yang pernah gagal ngejalanin pacaran beda agama. Gausah terlalu disesali. INGET ! Semua indah pada waktunya. Trust me, ntar kegagalan lo dalam ngejalin hubungan beda agama bakal jadi bahan lelucon di masa depan. Sampe akhirnya, lo nemuin lagi fotonya, dan berterimakasih sama dia, karena kalo dia gak pergi dari hidup lo, lo gabakal nemuin soulmate lo yang sekarang. J
Dan untuk lo atau kalian yang sudah berhasil membawa hubungan beda agama ini dengan sebaik mungkin, tetep saling menghormati. Komitmen awal untuk tetep di agama masing-masing, gak boleh diintervensi lagi. Perbedaan itu yang udah nyatuin kalian. Jadi gaperlu dibuat persamaan lagi buat tetep jadi satu.
BUAT GUE, PACARAN BEDA AGAMA ITU KAYAK LAGI PAKE SKINNY JEANS. Pernah pake skinny jeans? Hehe pertama kali pake, lo pasti tau kan gimana susahnya? (keinget iklan mie instan), Sama kayak pertama kali susahnya ngejalanin pacaran beda agama. Terus begitu lo udah ngerasa suka dan comfort, tapi kelamaan pake skinny jeans bikin lo gerah. Mau ngelepas dan ganti celana lain malah dirasa sayang banget karena elo udah terlanjur addict . Tapi kalo gak dilepas …? Haha ini pacaran beda agama .
Thanks buat semuanya yaa , buat keindahan yang hanya sementara J






Perbedaan

salahkah Tuhan menciptakan cinta
jika keindahan
harus dipertentangkan?

cinta ini bukan rekayasa
atau skenario penulis ternama
tidak ada sutradara

cinta itu tumbuh
mengembang seumpama bunga
di taman

cinta ini bukan gulma
di ladang
yang harus direnggut keberadaannya

aku mencintai Tuhan
begitu juga dengannya
yang tidak bisa kutiadakan